(5 Tulisan)
Menuntaskan pendidikan formal di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Fokus Kajian pada Studi Hukum Islam. Saat ini berdomisili di Depok, Jawa Barat. Selama aktif di dunia LSM, sempat menggeluti beberapa bidang kerja dan berpengalaman sebagai...


Terbanyak Lihat


Terbanyak Cetak




Miftahus Surur | 
11-Aug-2009
Bundo Kanduang limpapeh rumah nan gadangUmbun puro pagangan kunciHiasan didalam kampuangSumarak dalam nagari(Kaum perempuan adalah tiang rumah yang besarUmbun pura pegangan kunciHiasan di dalam kampungSemarak dalam nagari)Demikian kiranya pepatah yang menggambarkan posisi dan peran penting kaum perempuan di masyarakat Minangkabau. Peran penting itu pula yang dieksplorasi dengan cukup luas oleh para bundo kanduang yang mengikuti kegiatan Lomba Pidato Adat tingkat Provinsi Sumatera Barat dengan tema Mewujudkan Kesetaraan dan keadilan Gender dalam Berkeluarga dan Bermasyarakat pada hari Kamis, 6 Agustus 2009 di kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Barat.Bundo kanduang sendiri merupakan sebutan atau gelar yang diberikan kepada perempuan senior yang memiliki pengetahuan luas, bijaksana, kuat, dan memegang posisi kunci dan kewenangan dalam rumah atau kaum. Merekalah sosok yang mempunyai watak keibuan dan memiliki kemampuan dalam memimpin.  Oleh sebab...

Miftahus Surur | 
19-Jul-2009
“Tidak benar kalau dibilang bahwa perempuan Using itu gampangan dan suka kawin cerai. Perempuan Using itu kuat dan suka bekerja keras,” demikian ungkapan Nanik, salah satu peserta workshop Perempuan dan Budaya Lokal yang dilaksanakan oleh Tankinaya, 4 Juli 2009 yang lalu di Banyuwangi. Nanik kerap mendengar ungkapan bahwa perempuan Using itu gampangan untuk dirayu, gampangan nikah, gampangan cerai, gampangan menggoda laki-laki, dan sebagainya. Nanik menampik bisikan-bisikan luar...


Syamsurijal Adhan | 
21-Okt-2008


Surat Keputusan Pengadilan Agama Bulukumba bernomor 166/Pdt.G/2008/PA BLK tertanggal 10 Agustus 2008 itupun lalu menjadi perbincangan ramai dan...

Ahmad Zainul Hamdi | 
9-Aug-2008


Malam Jum’at, seperti biasanya, warga Desa Klepu menggelar tahlilan. Hampir semua orang memaklumi itu sebagai ritual malam Jum’atan rutin...


Miftahus Surur | 
10-Okt-2008
“Kita sudah mendiskusikan Perda “Bermasalah” ini selama lima tahun, tetapi tidak ada kemajuan. Kita selalu mengeluh ketika mendengar di sana ada perempuan yang tiba-tiba diciduk Polisi PP, kita mencak-mencak ketika di tempat lain ada calon pengantin yang tidak jadi menikah hanya karena tidak mampu membaca Alqur'an. Kenapa kita tidak melakukan judicial review atau apalah. Ini artinya kita tidak melakukan apa-apa.” Demikian ungkap Charles dalam sebuah diskusi tentang...

Miftahus Surur | 
30-Jun-2009


Sejenak ketika masuk dan bertamu ke rumah-rumah di Desa Tanah Towa Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan, khususnya di daerah ilalang embaya (dalam...

Mujtaba Hamdi | 
18-Mei-2009


Tidak semua yang penting bisa dihitung. Inilah gambaran kehancuran kehidupan sosial budaya korban lumpur Lapindo. Coba bayangkan, ikatan kekeluargaan...



Redaksi | 
10-Aug-2008
Pengantar Redaksi: Kendati cara berpikir dikotomis dan kategoris seperti yang diajukan Geertz, pada awal 70-an telah menuai kritik keras karena hal itu berpengaruh pada kesimpulan yang ditarik, namun ternyata, cara berpikir dan cara pandang semacam itu, masih mewarnai perkembangan keilmuan sosial-humaniora hingga sekarang. Tampak cara berpikir kategoris -apalagi dikotomis– telah menjadi kekuatan tersendiri yang merepresi bukan saja para ilmuwan dan aktivis sosial tetapi juga para...


  • Najib Abdul Hakim | 
    23-Jun-2008
    Kita akan berbincang tentang persoalan Terorisme di Indonesia. Apa saja sebab-sebab yang melatar belakanginya dan bagaimana cara kita untuk menyikapi gerakan-gerakan terorisme tersebut.

TANKINAYA INSTITUTE
Jalan Madrasah No. 66 Kukusan, Beji, Depok 16425 Indonesia
Telp.: 021-7867145, Fax.: 021-7867145, Email: office@tankinaya.org

Hak Cipta © 2009 Tankinaya Institute